Written by Merah Merona


Silakan tapaki pelataran yang kusemai dari degup merah samar... tempat segala tawa dan luka.

Cuap-cuap si Merah tak perlu diterjemah… ia berbicara dalam detik yang terlewat dan tatap yang enggan jujur. Di hadapanmu: wajah-wajah yang mengandung musim, tenang tapi tak pernah diam. Jelita membawa harum, tapi bukan dari bunga—dari luka yang dipoles manis, agar kau tak sadar sedang terluka.

Picsart_25-03-29_15-54-11-598.png

Tuntunan

Shades of Red, Stories Untold

The Crimson Bond

A Red-Hued Bond: Friendship in Bloom

The Pancala

Picsart_25-03-29_15-54-11-598.png