Written by Merah Merona
Silakan tapaki pelataran yang kusemai dari degup merah samar... tempat segala tawa dan luka.
Cuap-cuap si Merah tak perlu diterjemah… ia berbicara dalam detik yang terlewat dan tatap yang enggan jujur. Di hadapanmu: wajah-wajah yang mengandung musim, tenang tapi tak pernah diam. Jelita membawa harum, tapi bukan dari bunga—dari luka yang dipoles manis, agar kau tak sadar sedang terluka.

A Red-Hued Bond: Friendship in Bloom
